Cara Meditasi yang Benar

Waktu Baca: 2 menit

Cara Meditasi yang Benar

Seiring meningkatnya kualitas dan beban hidup manusia, tuntutan untuk menenangkan diri menghadapi problematika kehidupan semakin meningkat. Disini manusia-manusia mulai menemukan pentingnya meditasi, dimana dengan meditasi diharapkan dapat ditemukannya suatu "ketenangan". Muncul pertanyaan-pertanyaan bagaimana cara meditasi yang benar. Untuk itu kami hendak berbagi cara meditasi, dimana menurut kami secara umum dan awam dapat dilakukan siapapun.

Dengan bermeditasi secara benar, akan meningkatkan kualitas hidup, menghancurkan hambatan energi dan membuka jalur-jalur energi baru

Persiapan Meditasi

Langkah meditasi

  1. Sikap duduk bersila, pilihannya dapat dengan posisi full lotus, half lotus, atau bersila saja. Jika anda tidak dapat duduk bersila, duduklah di kursi dengan posisi tegak jangan bersandar.
  2. Mulailah bernafas secara rileks, kendurkan otot, jangan tegang, buatlah diri anda senyaman mungkin. Nikmati setiap keluar masuknya nafas.
  3. Kultivasikan pikiran dan emosi kepada ketiadaan (bukan pikiran kosong) tapi lebih kepada tidak berpikir. Nikmati prosesnya, jangan memaksakan, perlahan kurangi berpikir tentang apapun sambil menikmati nafas.
  4. Setelah dua langkah diatas tercapai, perlahan geser kesadaran anda dan fokus pada ulu hati. Rasakan pusat energi pada titik tersebut, mengalir seiring nafas, menyebar ke seluruh tubuh, menjadi satu dengan sekitar, menjadi bagian dari semesta.
  5. Perlahan geser kesadaran anda dan pusatkan atau fokuskan ke titik di bawah pusar. Rasakan pusat energi semesta kecil dalam diri anda, mengalir melalui nafas, menyebar ke seluruh tubuh, menjadi bagian dari semesta.
  6. Selesai, dan jangan lupa bersyukur serta berterimakasih kepada alam dan Tuhan Yang maha Kuasa.

Kalau Saudara bertanya tentang apa kelanjutannya dari pada keadaan meditasi ini, maka satu-satunya jawaban yang berhak kami katakan, adalah ’tinggalkan’ sepenuhnya hasrat apapun yang melekat dalam diri kita untuk ’mencapai’ hal-hal yang belum ada wujudnya itu (angan- angan), tetapi segeralah mulai mengembangkan keheningan batin Saudara seluas-luasnya, amatilah proses yang terjadi dengan ’diam’, hayati kodrat hidup Saudara seutuhnya, bernapaslah sealamiah mungkin, bebaskanlah dari pikiran dan emosional yang tidak bertujuan/tidak wajar, hiduplah di dalam ada-adanya proses hidup Saudara, termasuk proses ’latihan’ meditasi Saudara. Dan jangan terkejut apabila pada akhirnya Saudara menemukan, bahwa semuanya ini pun harus kita lepaskan.  Petunjuk ini hanya sebagai petunjuk arah, tetapi Saudara sendirilah yang harus memasukinya, menjalaninya, menghayati- nya, dan memetik hasilnya! Satu-satunya pedoman hanyalah keyakinan, bahwa hidup, bernapas, berlatih secara wajar itu hal yang baik. Dan sesuatu yang baik pasti akan membuahkan segala yang baik dan benar pula. Semoga karma baik selalu menyertai.

Daya Manungalnya Cita dan Semangat (Pengertian Meditasi)

Waktu Baca: 2 menit

Apa itu Meditasi?

Seiiring dengan beban hidup dan pola hidup yang semakin hari semakin bertambah, entah bertambah berat atau bertambah ringan, manusia masa kini makin menyadari pentingnya meditasi. Tak heran jika sejak lama dari leluhur2 sebelumnya mengembangkan berbagai teknik meditasi. Lalu apa meditasi itu sendiri?

Meditasi bagi kami adalah tercakupnya kesatuan cipta, kreatifitas rohani dan semangat yang berasal dari utuhnya prana yang murni diam dalam keheningan batin.

Benefit, fungsi dan tujuan meditasi

Meditasi yang benar dapat membina cita rohani, kreatifitas rohani atau intelegensi optimal manusia yang sanggup mengendalikan / ego dan mengembalikan keselarasan seutuhnya yang berasal dari pancaran Kuasa Tuhan sendiri. Dengan bermeditasi yang benar, maka akan muncul secara alamiah keadaan “kosong” dimana yang ada hanyalah Kewaskitaan (awareness) dan Kesadaran yang Tinggi (High Conciousness) yang jernih dan murni.

Kesimpulan

Energi Hidup yang langsung berasal dari Sang Sumber Energi Agung yaitu Tuhan Seru Sekalian Alam memancar dan berkembang, merupakan pelindung diri sejati bagi Watak Asli, Atma sebagai unsur ke¬manusiaan kita yang tertinggi. Dia ada jika jiwa dalam keadaan seimbang, penuh harmoni, hening seutuh-utuhnya, penuh cintakasih (universal love), penuh kewibawaan sejati, sekaligus penuh syukur atas kumia semesta alam yang lengkap di dalam din kita, yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Kalau Saudara bertanya tentang apa kelanjutannya dari pada keadaan meditasi ini, maka satu-satunya jawaban yang berhak kami katakan, adalah ’tinggalkan’ sepenuhnya hasrat apapun yang melekat dalam diri kita untuk ’mencapai’ hal-hal yang belum ada wujudnya itu (angan- angan), tetapi segeralah mulai mengembangkan keheningan batin Saudara seluas-luasnya, amatilah proses yang terjadi dengan ’diam’, hayati kodrat hidup Saudara seutuhnya, bernapaslah sealamiah mungkin, bebaskanlah dari pikiran dan emosional yang tidak bertujuan/tidak wajar, hiduplah di dalam ada-adanya proses hidup Saudara, termasuk proses ’latihan’ meditasi Saudara. Dan jangan terkejut apabila pada akhimya Saudara menemukan, bahwa semuanya ini pun harus kita lepaskan. Saudara tak perlu lagi terikat pada segala teori ataupun nasehat Kitab yang mana pun. Petunjuk ini hanya sebagai petunjuk arah, tetapi Saudara sendirilah yang harus memasukinya, menjalaninya, menghayati- nya, dan memetik hasilnya! Satu-satunya pedoman hanyalah keyakinan, bahwa hidup, bernapas, berlatih secara wajar itu hal yang baik. Dan sesuatu yang baik pasti akan membuahkan segala yang baik dan benar pula.